Halaman

Rabu, 08 Agustus 2018

Ayo Sembunyi

Bismillah....

Memasuki hari ke 4 tantangan 10 hari di game level 9 ini, masih terus memompa semangat. Ingat ini kesempatan terakhir karena udah dua kali absen dari tantangan. Kalau sampai game ini kelewat maka bye-bye dari kelas bunsay...hiks...

Hari ini, emak cuma mengamati aja polahnya para bocil. Rasanya semakin luar biasa, sudah ngos-ngosan aja. Emak butuh banyak istirahat, gak boleh terlalu capek karena sering banget kontraksi padahal belum waktunya. Sabar ya Nak, insya Allah kita ketemu dua bulan lagi. Dibetah-betahin dulu di dalam ya...

Dan inilah polah para bocil hari ini...

(Itu kasur udah sobek malah dibuat tempat sembunyi sama anak-anak. Emaknya cuma geleng-geleng kepala aja lihatnya)

(Adeknya pun ikutan masuk ke dalam, ngikutin si kakak)



#HariKe4
#Tantangan10Hari
#GameLevel9
#KuliahBunsayIIP
#ThinkCreative

Bermain Kardus

Bismillah...

Setelah beberapa hari berlalu akhirnya bisa kembali merangkai kata lagi. Mengikat makna yang ada agar kelak tak terlupa apa yang pernah terjadi. Membersamai anak-anak memang butuh energi yang sangat luar biasa. Seolah mereka tak pernah lelah untuk bermain. Bukankah dunia mereka memang dipenuhi dengan hal itu ya? Hehehe...

Ada saja hal-hal unik yang mereka lakukan. Tingkah polah mereka kadang menggemaskan, kadang membuat geleng-geleng kepala, kadang menguras emosi ketika rasa lelah sudah menyapa. Tapi percayalah...hal itu tak akan berlangsung lama, moment menggemaskan itu hanya sekejap kita rasa sebab semakin hari mereka semakin besar, bertumbuh dan kelak akan meninggalkan masa kanak-kanak mereka menjadi dewasa. Sehingga yang tersisa hanya kenangan demi kenangan.

Emak kebawa baper...lantaran berasa banget waktu begitu cepat berlalu, rasanya baru kemarin masih menimang- nimang mereka..eh tau-tau aja sekarang sudah pada lari-larian. Berantakin barang-barang. Pokoknya ada aja tingkahnya. Kayak si Kakak nih, yang makin kreatif aja. Pura-puranya main rumah-rumahan pakai kardus bekas air mineral, trus remote hafizah dipakai buat handphone, sajadah emaknya dibuat alas tidur. Dan emaknya cuma bisa geleng-geleng kepala melihat tingkahnya. Sesekali pura-pura lagi telepon, ceritanya dapat telepon dari temannya mau diajak main. 

(Kakak lagi main rumah-rumahan dari kardus)

(Sajadah pun dijadikan alas buat tidur)

Begitulah anak-anak selalu ada hal baru yang mereka lakukan. Hal-hal unik yang terkadang tak terpikir oleh orang dewasa. Mungkin dulu kita pun pernah mengalami masa itu, masa yang menyenangkan untuk bermain dan mengeksplore lingkungan ataukah kita tak pernah menemuinya karena larangan-larangan dari orang tua kita. Hanya masa lalu yang menjadi saksi dan ia tetap diam membisu.


#HariKe3
#Tantangan10Hari
#GameLevel9
#KuliahBunsayIIP
#ThinkCreative

Kamis, 02 Agustus 2018

Berkreasi dengan Play Dough Buatan Sendiri

Bismillah....

Hari ini masih mainan sama play dough yang dibuatkan ibu kemarin. Sama kakak ditata di piring mainan,  bilangnya itu makanan buat ibu. Pas sudah selesai kakak bilang "Ibu, ini silahkan dimakan." Pas saya tanya "Itu apa kak?" "Itu es krim buk." Setelah saya amati ternyata semua play dough dimasukkan ke dalam wadah magic com mainan kemudian ditekan-tekan sama kakak setelah itu dikeruk pakai sendok layaknya penjual es krim. Saya senyum-senyum aja melihatnya sambil ikut nimbrung bertanya sesuatu ke kakak dan menimpali obrolannya.

(Aku lagi buat es krim.... siapa yang mau?)

(Silahkan dinikmati es krimnya)

(Aku lagi makan bakso...siapa yang mauuuu?)

Imajinasi anak-anak memang penuh dengan kejutan. Dalam dunianya yang penuh warna mereka sedang mengikat makna dalam jiwa tentang apa yang pernah mereka lihat, dengar dan rasakan. Jadi biarkan imajinasi mereka menari bak burung yang terbang mengangkasa bebas, menembus angin kencang sekalipun karena dari situlah mereka belajar untuk tahu, untuk mengerti sesuatu. Selamat berkreasi sayangku


#HariKe2
#Tantangan10Hari
#GameLevel9
#KuliahBunsayIIP
#ThinkCreative

Selasa, 31 Juli 2018

Membuat Sendiri Play Dough

Bismillah....

Melecutkan kembali semangat untuk menyelesaikan semuanya sampai akhir. Apa yang sudah dimulai dengan baik sebisa mungkin harus diakhiri dengan baik. Ternyata hamil trimester akhir ditambah membersamai dua batita rasanya "WOW" sekali. Pinggang jadi sering encok...emosi naik turun (harus sering-sering ambil nafas panjang) ditambah suami pulang malam terus karena lagi ada proyek baru. Lengkaplah sudah...emak merasa lelah jiwa dan raga. Upsss....paragraf pertama isinya curhat

Sebenarnya mulai tantangannya sudah dua hari yang lalu tapi baru sempat nulis hari ini. Sekitar tiga hari yang lalu kak Hikari minta dibelikan play dough yang sekalian sama cetakannya jadi satu set gitu. Nah baru aja beberapa jam dibuat mainan play doughnya sudah tak berbentuk, warnanya sudah dicampur jadi satu, sebagian sudah disebar kemana-mana sampai tidak bisa diselamatkan...hikss...

Nah, besoknya si kakak minta mainan play dough lagi. Mau beli tapi kok jauh dan harus nungguin abinya pulang dulu. Walhasil, emak putuskan untuk membuat sendiri play doughnya dari tepung terigu. Sudah dari lama sebenarnya pengin membuat play dough sendiri tapi belum terlaksana juga. Akhirnya hari ini bosa terealisasikan. Ternyata mudah juga buatnya. Kakak seneng banget. Pas sebelum kita mewarnai adonan dasar doughnya pewarna makanannya malah dibuat mainan sama kakak sambil nyanyi lagu yang tentang "colour" versi inggris. Si kakak kalau nemu barang yang berwarna-warni pasti langsung nyanyi lagu itu. Sambil goyang-goyang gitu.

Bahan-bahan Membuat Play Dough


Adonan Dasar Play Dough yang Belum Diberi Pewarna 
(Kakak lagi mainin pewarnanya sambil nyanyi lagu "pink colour...pink colour where are you? Here i'm...here i'm...How do you do?")


Saatnya Berkreasi

Segitu dulu cerita hari ini...semangat mengasah kreativitas.


#HariKe1
#Tantangan10Hari
#GameLevel9
#KuliahBunsayIIP
#ThinkCreative

Sabtu, 14 April 2018

I Love Math (10)

Bismillah....

Hari terakhir challenge...rasanya lega bisa memyeselaikan menuliskannya hingga hari kesepuluh walaupun jauh dari kata bagus bahkan ala kadarnya setidaknya saya berusaha membunuh rasa malas dan rasa tidak yakin pada diri saya bahwa saya bisa menyelesaikannya hingga hari ke sepuluh.

Hari ini kita pergi ke pasar, lalu pulangnya mampir membeli buah apel, mangga dan jeruk. Nah, belajar kita hari ini berhubungan dengan apel, mangga dan jeruk. Kita belajar konsep berat dan ringan. Sepulang membeli buah, buah-buahan yang tadi kami beli masih tergeletak di lantai samping kulkas lalu sama kakak di buat mainan. Pura-puranya si kakak jadi pembeli dan ibu jadi penjualnya. Kakak bertanya, "Apel sekilo berapa buk?" "Rp 50.000,00 kak." Jawab saya. Lalu kakak memasukkan apel ke dalam kantong plastik dengan menambahkan beberapa buah jeruk hingga hanya tersisa tiga buah jeruk di kantong plastik yang sebelumnya berisi buah jeruk. Karena berpura-pura jadi pembeli setelah mendapatkan apel dan jeruk, pura-puranya kakak pulang ke rumah dengan menaiki sepedanya. Apel campur jeruk tadi digantungkan di stir sebelah kiri dan jeruk yang tinggal 3 buah disebelah kanan dan ternyata sepedanya jadi oleng karena berat sebelah sampai kakak terjatuh.

Sepeda kakak sudah mulai oleng karena beban yang tidak seimbang

Kakak menggantungkan apel dan jeruk di sepedanya 

Sepeda kakak terguling karena oleng

Setelah berdiri lagi, saya berkata ke kakak "Wah, sepedanya oleng ya kak, karena berat sebelah." "Berat sebelah?" Kata kakak dengan penuh tanya. "Iya kak, apel ditambah jeruk lebih berat dari jeruk saja." Kata saya menjelaskan. "Coba sekarang kakak pegang kantobg plastiknya pakai tangan terasa berat kan apelnya?" Kata saya lagi. Kakak lalu mengambil kantong plastik berisi apel dan jeruk, "Iya buk, berat." Kata kakak kemudian. "Sekarang coba kantong satunya. Gak berat kan?" Pinta saya lagi. "Iya." Jawab kakak. "Nah, itu namanya ringan sayang." Kata saya menjelaskan lebih lanjut. "Ringan buk?" Kakak mengulang kata-kata saya sambil tersenyum.


#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

I Love Math (9)

Bismillah....
Benar-benar terharu bisa sampai tantangan hari ke sembilan setelah 2x absen dalam challenge...
Kali ini pun butuh charger semangat yang luar biasa, Alhamdulillah trimester pertama juga telah lewat dan udah mulai enak makanya, mood emak pun kembali membaik juga. Setelah tiga bulan bergelut dengan rasa mual dan muntah serta rasa tidak enak makan padahal butuh sekali asupan karena masih ngAsi dek Eza. NWP kali ini terasa lebih berat dari pas hamil dek Eza dan masih menyusui kakak. Bismillah semoga bisa tetap istiqomah buat ngAsi dan tetap sehat yang di dalam perut ibu. Aamiin....


Hari ini kita belajar berhitung, ini kebetulan juga si kakak sering menghitung jumlah jari tangannya. Walaupun menghitungnya kadang benar kadang melompat habis 2 ke 4 tapi gak apa-apa namanya juga kenalan. Setidaknya kakak paham konsep jumlah, ketika ditanya "Jumlah jarinya kakak ada berapa?" Maka dia akan berhitung jumlah jarinya. Atau ketika ditanya jumlah apel yang dimilikinya, si kakak juga langsung menghitungnya. Ketika mandi, saat kakak melihat sikat giginya dia berkata "Buk, sikat giginya kakak ada dua."  "Oh, iya benar. Sikat giginya kakak ada dua." Kata saya menanggapi perkataan kakak.
Segitu dulu cerita hari ini....semoga bisa tuntas ya challenge kali ini...Aamiin...

Kakak menghitung jari tangannya

"Lima jari tangan" kata kakak selesai berhitung



#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

I Love Math (8)

Bismillah....

Tiba hari ke delapan, rasanya makin deg-degan karena saya harus memutar otak lagi kira-kira apa yang akan kita pelajari hari ini tentang matematika logis karena ternyata amunisi yang saya miliki sudah habis..hehe...
Sebenarnya pengin ngajakin kakak buat meronce manik-manik, ternyata eh ternyata manik-manik yang saya miliki dulu ada di Ngawi. Mau ngajakin memisahkan biji-bijian juga tidak ada stok sama sekali, mau beli di tukang sayur juga sudah lewat. Hihi...ini mah namanya emak kebanyakan alasan🤣

Akhirnya kita ngapain hari ini??? Tiduran aja...hehe
Enggak dong, kita tetap belajar hari ini. Kita belajar warna karena emak dapat ide. Ketika si kakak tiba-tiba bertanya "Buk, sepedaku warnanya hijau?"
"Aha" ide itu pun muncul. "Wah benar, sepedanya kakak berwarna hijau tapi ada warna kuningnya juga lho!" Jawab saya. Lalu saya bertanya, "Kalau roda sepedanya warna apa kak?" Lalu kakak menjawab dengan lantang "Hitam" "Horeeee.....benar kak, roda sepedanya kakak berwarna hitam." Kata saya mengulang jawaban kakak.

Lalu saya bertanya kembali tentang apa warna bajunya kakak, baju adek dan baju ibu semuanya di jawabnya dengan bersemangat walaupun ada beberapa jawaban yang tidak tepat. Kemudian saya lanjutkan bertanya apa warna tembok, buku, tas, sepatu dan benda-benda yang ada di sekitar kami. Untuk warna yang tidak tepat, setelah saya memberitahu warna yang benar. Saya mencoba menanyakan kembali benda yang warnanya sama agar kakak mengingat warna yang tepat. Bermain tentang warna memang mengasyikkan. Lain kali kita akan belajar warna munggunkan cat air sambil menggambar di atas kertas ya kak....

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs