Halaman

Jumat, 03 Agustus 2012

Yuks...Optimalkan Peluang Sunah di Bulan Ramadhan


Hmm…. Ramadhan udah nyampe pertengahan nih,,, Hayooo…udah optimal belum ibadahnya? Yuks, tingkatkan terus ibadah, mumpung masih diberikan kesempatan berada di bulan yang special ini. Semoga kita semua termasuk dalam orang yang mendapatkan keberkahan di bulan yang penuh dengan big sale pahala ini ya…Aamiin..
Ngomongin soal Ramadhan, ada hal-hal yang disunnahkan ketika berpuasa lhoo, kebetulan baru dapet tausiyah dari temen yang di ambil dari buku Fiqh Puasa karya Yusuf Qardhawi. Bagi yang udah tahu yuk dilakukan biar berkahnya tambah berkali lipat,,,Bagiii yang belum dibaca baik-baik trus lakukan,okey??? Siap!!!!
1.      Mengakhirkan sahur
      Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa ingin berpuasa, maka hendaklah dia bersahur." (HR. Ahmad). Nah, makan sahur diperintahkan oleh Nabi kita karena dalam makan sahur terdapat keberkahan. So, makan sahurnya yang semangat dong!!! Jangan males bangun. Liatin tuh! Dhiba makan sahurnya sambil merem, hehe...










"Sahur adalah makanan yang penuh berkah. Oleh karena itu, janganlah kalian meninggalkannya sekalipun hanya dengan minum seteguk air. Karena sesungguhnya Allah dan para malaikat bershalawat kepada orang-orang yang makan sahur." (HR. Ahmad)

2.      Menyegerakan berbuka
Sebelumnya tadi (makan sahur) kita disunahkan mengakhirkannya, trus pas buka puasa disunahkan menyegerakannya. Kurang apa coba? Gitu aja puasa masih keliatan lemes..
Rasulullah SAW bersabda, "Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka." (HR. Bukhori dan Muslim)


      Berbuka dengan yang manis juga disunahkan oleh Rosul kita tercinta, contohnya dengan kurma, apabila     tidak ada kurma dengan air putih. Kalau tidak ada air putih bisa dengan buah atau teh manis, sirup, dll.

3.   Menghindarkan omong kosong dan caci maki

Inget,inget lagi puasa. So, jangan bergosip terus ntar puasanya cuma dapet lapar sama haus aja. Sebab puasa itu tidak hanya menahan lapar dan haus, akan tetapi juga nahan amarah, jaga nafsu, jaga mulut, jaga pandangan dan jaga hati.
Imam Abu Hamid al-Ghazali dalam bukunya Ihya al-'Ulumuddin telah membagi puasa ke dalam 3 tingkatan:

  • Puasanya orang awam (shaum al'umum): menahan diri dari perkara-perkara yang membatalkan puasa seperti makan dan minum.
  • Puasanya orang khusus (shaum al-khusus): selain menahan diri dari perkara yang membatalakan puasa juga turut berpuasa dari panca indera dan seluruh badan dari segala bentuk dosa.
  • Puasanya orang istemewa, super khusus (shaum khusus al-khusus): selain menahan diri dari perkara yang membatalkan puasa dan juga berpuasa dari panca indera dan seluruh badan dari segala bentuk dosa juga turut berpuasa hati nurani, yaitu tidak memikirkan soal keduniaan.
Nah, mau jadi tingkatan yang seperti apa itu adalah pilihanJ


So, kalau gak punya perkataan baik mending diam, sebab diamnya orang berpuasa (dalam artian diam untuk tidak berbicara buruk) akan dinilai pahala oleh Allah SWT. Hmm, bulan puasa emang beneran big sale pahala banget ya?



4.  Qiyamul lail dan sholat tarawih

Asyiik banget lho, sebelum makan sahur bermunajat dulu kepada Allah. Meminta pada-Nya dengan penuh harap, semoga apa yang menjadi harapan bisa terwujud. Aamiiin.
Sholat tarawih diusahakan jangan ditinggalkan, meski udah capek beraktivitas seharian harus tetep semangat dong untuk beribadah tarawih.

5. Memanfaatkan Ramadhan untuk dzikir dan hal-hal kebaikan
    Ayooo…perbanyak dzikir, sering-sering ingat Allah biar hati tambah tentram. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, "Nabi SAW lebih banyak lagi melakukan kebaikan di bulan Ramadhan. Beliau memperbanyak sedekah, berbuat baik, membaca Al-Qur'an, shalat, dzikir dan i'tikaf." (Zaadul Ma'ad). 


"Nabi SAW adalah orang yang paling gemar melakukan kebaikan. Kedermawanan (kebaikan) yang beliau lakukan lebih lagi di bulan Ramadhan yaitu ketika Jibril as menemui beliau. Jibril as datang menemui beliau pada setiap malam di bulan Ramadhan (untuk membacakan Al Qur'an) hingga Al-Qur'an selesai dibacakan untuk Nabi SAW. Apabila Jibril as datang menemuinya, beliau adalah orang yang lebih cepat dalm kebaikan dari angin yang berhembus." (HR. Bukhori dan Muslim).


6. Berdoa ketika menjelang berbuka
Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak: (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Doa orang yang terdzolimi." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban). Ketika berbuka adalah waktu terkabulnya doa karena ketika itu orang yang berpuasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri. (HR. Bukhori dan Muslim)


Mengenai hal-hal yang disunahkan lainnya masih ada lagi, memberi makan orang yang berbuka salah satunya. Tapi karena teman saya waktu memberikan tausiyah hanya menyampaikan 6 point diatas (alasan karena yang ada dicatatan hanya 6 point, hehe) jadi pembahasan itu aja. Semoga bermanfaat buat semuanya..
Sumber gambar: http://komikmuslimah.blogspot.com

Melodi

Masih menyisakan berjuta harap pada pertemuan yang entah kapan akan terjadi

Doa itu semakin sering dilirihkan padaNya

Yaa Rahmaan Yaa Rahiim

Semoga pertemuan itu menjadi nyata

Jejak yang menghilang itu dapat terbaca

Meski air mata mengiringi 

Rindu itu tetap bertahan

Menjadi riak